trading

Pengertian Manajemen Resiko Trading untuk Pemula

Manajemen Resiko Trading

Saat trading, kita pasti tidak dapat menghindar munculnya risiko yang bisa jadi bikin rugi kita. Oleh karenanya, ingat ini ialah hal yang jelas dan tidak dapat dijauhi, kita harus membuat management risiko trading supaya kita dapat tentukan kapan harus cut loss dan kapan saatnya kita dapat terus lanjut.
Tetapi, awalnya, kita pasti harus tahu beberapa jenis resiko trading yang akan kita rasakan nanti. Merilis sejumlah sumber, risiko trading itu salah satunya ialah:

1. Risiko fluktuasi, yang disebut rugi yang ada karena menurunnya harga saham di pasar sekunder karena factor micro misalnya bidang usaha yang tidak sedang disukai pasar, suspend, atau permasalahan intern perusahaan maupun makro misalnya keadaan ekonomi di Indonesia yang sedang jelek. Agar demikian, resiko ini umumnya memiliki sifat sebentar.

2. Risiko likuiditas saham, yang disebut rugi yang hendak dirasakan oleh trader saat saham itu tidak mempunyai transaksi bisnis yang ideal di pasar sekunder. Hal itu dapat muncul karena banyak hal, misalkan performa perusahana yang jelek, keyakinan pasar yang lenyap, dan lain-lain. Bila ini terjadi, karena itu harga saham akan jeblok bahkan nilainya dapat semakin rendah dari harga paling rendah yang dibolehkan di pasar saham.

Baca Juga  Pemula, Perhatikan 5 Hal ini Sebelum Memulai Trading

3. Capital Loss, yang disebut kondisi di mana kita harus hadapi nilai jual saham yang lebih rendah dibanding harga membeli.

4. Risiko perusahaan pailit, yang mana sebetulnya jarang terjadi tetapi tentu saja tidak dapat kita lupakan demikian saja kehadirannya. Bila risiko ini terjadi, karena itu semua asset punya kita akan lenyap demikian saja. Oleh karenanya, penting untuk kita lakukan analitis berkaitan perusahaan saat sebelum lakukan trading
Untuk hadapi risiko tertera di atas, pasti kita harus membuat suatu management dengan standard yang disamakan dengan kondisi kita.
Management resiko ini terbagi dalam beberapa taktik, misalnya:

1. Setop Loss/Cut Loss

Taktik yang pertama ialah setop loss, atau terima kekalahan dalam tingkat batasan tertentu. Tingkat batasan itu dapat kita tetapkan sesenang hati, atau mungkin tidak berdasarkan pada standard seseorang.
Saat telah memutuskan titik setop loss, karena itu kita dapat mengambil langsung keputusan saat harga bergerak bersimpangan arah dengan status yang kita mengambil.

2. Setop Loss and Switch

Baca Juga  Trading Bitcoin untuk Pemula, Simak Selengkapnya!

Taktik ke-2 ialah setop loss and switch atau yang umum juga dikenal dengan istilah cut and switch.
Taktik ini ditetapkan supaya trader dapat terima kekalahan sekalian segera membuka status transaksi bisnis yang baru dengan keinginan dapat memperoleh keuntungan yang dapat tutup rugi yang dirasakan awalnya.

3. Taktik Bertahan

Taktik ini berlainan dengan taktik-strategi awalnya, karena trader akan biarkan status transaksi bisnis sedang tidak untung dan tidak memutuskan untuk membikin perlakuan tertentu.
Taktik ini pasti tidak pas untuk semuanya trader, tetapi banyak dilaksanakan jika Sahabat Keuanganku mempunyai ekuitas yang besar.
Untuk Sahabat Keuanganku yang mempunyai anggaran terbatas, sebab bisa saja alami kemunduran.
Taktik ini berdasarkan pada anggapan jika seburuk apa saja harga jatuh, satu saat, harga itu akan balik di titik di mana kita pertama kalinya ambil status transaksi bisnis.

4. Average

Taktik setelah itu average atau averaging, atau taktik lakukan transaksi bisnis baru yang serupa tepat dengan transaksi bisnis lama.
Saat lakukan taktik ini, trader perlu menambah tempatnya dengan arah memperoleh keuntungan lebih.
Secara umum, taktik ini mempunyai dua tipe, salah satunya ialah:
Averaging Down, atau menambah status saat harga bergerak bersimpangan arah dengan perkiraan awalnya. Taktik ini memerlukan ekuitas yang lumayan kuat, karena tidak ada yang mengetahui sampai kapan harga akan ada di titik yang bersimpangan dengan status yang kita punyai waktu itu.
Averaging Up, atau menambahkan status pada harga yang semakin tinggi saat harga bergerak naik.

Baca Juga  Pengertian Trading dan Macam-macam Trading

5. Trailing Setop

Tehnik atau taktik ini sebagai tehnik yang sudah dilakukan oleh trader dengan meningkatkan tingkat cut loss saat harga saham naik. Ini dapat menjadi perlindungan modal dan keuntungan oleh trader.

6. Hedging

Paling akhir ialah taktik hedging, yang disebut tehnik yang dapat dipakai untuk meminimalisir rugi yang dirasakan oleh trader.
Dalam taktik ini, trader akan segela buka status baru yang bersimpangan dengan status awalnya tanpa tutup transaksi bisnis yang sudah dilakukan awalnya saat harga bergerak bersimpangan arah dengan status yang dipunyai trader.
Trader dapat mengulang tehnik ini sampai risiko bisa diminimalisasi. Tetapi, tehnik ini perlu dilaksanakan oleh trader professional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *