trading

Harus Tahu! 5 Dasar Analisa Teknikal Untuk Mengetahui Kondisi Pasar Trading

Dalam prakteknya, beberapa trader tentu saja harus memakai sistem atau analitis untuk dapat membaca gerakan pasar.
Satu dari analitis atau sistem itu ialah analisis teknikal, yang disebut formulasi matematis yang berperan untuk ketahui bagaimana keadaan pasar.
Disamping itu, analisis teknikal ini menolong beberapa trader untuk memberi signal membeli atau jual.

1. Moving Average

Moving average ialah tanda yang dipakai untuk menghitung dan mengetahui sebuah trend harga di pasar.
Moving average ini sebuah garis yang dari penghitungan harga yang dihitung dari gerakan rerata dari satu harga pada sebuah kurun waktu tertentu.
Secara umum, bentang saat yang dipakai ialah 5, 20, 60, 120, 200, 250 (dari candle yang tercipta awalnya).
Bila garis Moving Average (MA) ini ada di atas harga, karena itu harga itu lagi ada dalam trend turun atau bearish.
Dalam pada itu, bila garis Moving Average (MA) ini ada di bawah harga, karena itu harga itu lagi ada dalam trend naik atau bullish.
oving Average ini terbagi dalam beberapa macam, yakni Sederhana Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Ganda Crossover Moving Average, dan Triple Crossover Moving Average.
Masing-masing keempatnya mempunyai karakter dan peranan yang lain keduanya.

Baca Juga  Kelebihan dan Kekurangan Robot Trading Forex

2. Bollinger Bands
Dasar analisis pasar yang ke-2 ialah bollinger bands, yang disebut salah satunya tanda teknikal untuk menghitung volatilitas dan memprediksi bentang gerakan harga jemu membeli (overbought) dan jemu jual (oversold).
Tanda ini terdiri dari 3 garis yang bergerak ikuti gerakan harga, yang terbagi dalam:
Upper band
Middle band
Lower band
Dalam prakteknya, implementasi taktik trading memakai tehnik bollinger bands ini dilaksanakan dengan cari tingkat buy di tempat lower band atau cari tingkat sell di tempat upper band yang mana sasarannya ialah tempat middle band.
Open position (entry) ini dapat dilaksanakan saat harga sudah tembus garis Middle Band SMA-20 dengan sasaran harga pada upper atau lower bands, dengan ketentuan:
Keadaan uptrend terjadi jika harga sudah melalui upper band dan harga penutupan ada di luar band.
Keadaan downtrend terjadi jika harga melalui lower band dan ditutup di luar band.

3. Parabolic SAR
Dasar analisis teknikal setelah itu Parabolic SAR (Setop And Reverse) yang umumnya dipakai untuk tentukan arah satu harga, dan memvisualisasikan peringatan saat arah harga berbeda.
Parabolic SAR ini mempunyai fungsi-fungsi umum, yakni tentukan arah trend dan sebagai dasar entry.

Baca Juga  Pemula, Perhatikan 5 Hal ini Sebelum Memulai Trading

4. Relative Strength Indeks (RSI)
Dalam praktik biasanya, RSI dipakai untuk cari signal buy dan sell seperti tanda lainnya.
Adapun, yang ditujukan dengan verifikasi signal sell ialah saat RSI turun dari tempat overbought dan ada di bawah 70.
Sementara verifikasi buy ialah saat RSI naik dari tempat oversold dan ada di atas 30.

5. William Percent Kisaran (%R)
Setelah itu Tanda William Percent Kisaran, yang keunggulannya ialah dapat meramalkan pembalikan arah harga, satu atau dua bar saat sebelum gerakan harga betul-betul kembali arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *