forex

Indikator Forex, Wajib Dipahami untuk Trader Forex

Trading Forex

Membaca arah tren Forex bukan hal yang gampang.
Tetapi, ketrampilan untuk dapat meramalkan gerakan harga sebagai ketrampilan dasar untuk seorang trader.
Ketrampilan itu bisa menolong trader untuk mendapat keuntungan dalam trading Forex.
Ada beragam langkah yang bisa dipakai untuk mengenal tren dalam trading.
Salah satunya triknya dengan memakai beberapa indikator Forex.
Meramalkan arah tren Forex tidak dengan menebak atau pertaruhan tanpa dasar yang terang.
Oleh karenanya, trader perlu lakukan penskalaan prediksi harga dengan ketentuan-peraturan tertentu.

Indikator Forex

Ada beragam beberapa indikator Forex yang dapat menjadi opsi oleh beberapa trader Forex. Berikut sejumlah tanda itu.

1. Indikator Forex Trend Overlay

Indikator ini tampil menimbun (overlay) di atas candlestick.
Dengan demikian, tanda tren overlay ini dapat memberitahukan langsung mengenai arah tren seterusnya.
Beberapa tanda yang terhitung dalam tren overlay ialah seperti berikut.

Moving Average (MA)
Indikator moving average sebagai tanda yang paling dasar dan tepat. Tanda ini umumnya jadi rekomendasi untuk analisis teknikal setiap hari.
Maka indikator ini bisa disebutkan sebagai tanda yang harus untuk beberapa trader pemula.
Untuk garis moving average, Anda bisa juga menambahkan jumlah garis moving average agar bisa hasilkan signal trading crossover (per-potongan).
Langkah memakai hasil signal trading crossover itu dengan menyaksikan gerakan garis moving average yang masa-nya lebih pendek pada moving average yang masa-nya lebih panjang.
Moving average 20 untuk masa pendek dan moving average 50 untuk masa panjang.
Jika moving average masa pendek mengarah ke atas dan menggunting moving average masa panjang karena itu mengisyaratkan signal “buy”.
Dan bila moving average masa pendek mengarah ke bawah menggunting moving average masa panjang karena itu mengisyaratkan signal “sell”.
Untuk seterusnya, dengan menanti berlangsungnya crossover di antara moving average 20 dan moving average 50, trader bisa meramalkan arah tren Forex.

Baca Juga  Pengertian Trading Forex dan Cara Melakukan Trading Forex

Bollinger Bands (BB)

Indikator seterusnya ada bollinger bands yang disebut indikator tepat juga. Tanda ini ialah indikator perubahan dari moving average.
Garis tengah pada indikator bollinger bands ialah sederhana moving average 20. Dan upper band dan lower band (garis atas dan garis bawah) ialah deviasi dari garis tengah itu.
Umumnya indikator tren bollinger bands ini dipakai oleh trader untuk ketahui kemampuan tren terbaru.
Secara tehnis, saat hadapi resistance di upper band atau dukungan di lower band karena itu kemampuan tren untuk lanjut ke salah satunya arah akan terbukti.
Arah tren Forex dapat diprediksikan oleh trader saat candlestick bergerak tembus lower band, dan membuat masa trend turun (downtrend).

2. indikator Forex Tren Oscillator
indikator ini ada terpisah dari gerakan harga.
indikator ini bisa juga memberi info penting ke trader untuk meramalkan arah tren Forex.
Dengan lewat dinamika gerakan garis oscillator pada dasar tingkat tertentu.

Moving Average Convergence Divergence (MACD)
indikator MACD sebagai salah satunya indikator tren yang kerap dihandalkan untuk alat petunjuk kemampuan tren.
Jika osilasi garis MACD dan garis signal ada di bawah titik 0 karena itu momen downtrend masih menguasai.
Kebalikannya, bila ke-2 garis itu ada di atas titik 0 karena itu mengisyaratkan uptrend.
Sepanjang dalam status uptrend, makin tinggi harga naik karena itu makin kuat penekanan penjual untuk turunkan harga.
Dan dalam trend turun, makin rendah harga karena itu ketertarikan konsumen akan makin besar hingga menggerakkan harga naik.

Baca Juga  Tutorial Memulai Trading Forex Untuk Pemula

Relative Strength Index (RSI)

indikator relative strength index sebagai indikator yang dipakai untuk tentukan keadaan overbought atau oversold saat waktu tren sedang terjadi.
Rasio untuk index ini ialah dari 0-100. Jika garis sentuh rasio di atas 70 karena itu keadaan pasar telah overbought (jemu membeli).
Saat garis sentuh di bawah 30 karena itu pasar telah oversold (jemu jual).
Jika sudah melalui batasan zone overbought karena itu kesempatan harga untuk turun dari pucuknya itu besar.
Dan bila harga telah melalui zone oversold karena itu kekuatan konsumen untuk menggerakkan harga naik dari dasar tren makin kuat.
Tetapi, kekurangan dari indikator ini ialah tidak sanggup mengetahui seberapa jauh harga akan bertahan di dalam zone oversold maupun overbought.
Oleh karenanya, trader perlu mengantisipasi untuk hadapi resiko salah perkiraan jika rupanya harga tahan lama pada zone itu.
Sebagai salah satunya jalan keluarnya, trader bisa memakai tehnik divergensi indikator RSI untuk tingkatkan ketepatan saat meramalkan arah tren Forex.

3. indikator Tren Price Action
Seperti tanda moving average, indikator price action kelihatan menimbun (overlay) di atas diagram harga.
Tetapi, indikator ini karakternya lebih subyektif. Mengapa begitu? Karena trader mempunyai kebebasan seutuhnya untuk atur penempatan-nya di chart.
Dan keunggulan pada indikator ini ialah pada fleksibilitas-nya.
Trader dapat hasilkan ketentuan entry and keluar rules (pembukaan dan penutupan) yang disamakan dengan keperluan trading pribadinya.
Tetapi, karena penataan yang relatif tidak pasti karena itu sering trader pemula alami kebimbangan atau salah membaca signal indikator.
Dengan demikian, untuk tentukan eksekusi entry and keluar rules untuk status trading yang bagus bisa menjadi makin susah.
Beberapa indikator yang terhitung dalam indikator tren price action ialah seperti berikut.

Baca Juga  Pengertian Trading dan Macam-macam Trading

Fibonacci Retracement
Fibanacci retracement ini umumnya dipakai oleh trader professional untuk menghitung kemampuan tren pada proses analisis.
Indikator ini memberi info mengenai pada tingkat berapakah harga mulai bergerak kembali sama arah trend khusus sesudah alami revisi sebentar.
Bila harga membal pada tingkat retracement 38,2% karena itu harga diprediksikan akan meluncur kuat untuk meneruskan tren khusus.
Jika pada 50%, tren diprediksikan akan meneruskan tren khusus dengan momen normal.
Dan jika di tingkat 61,8% karena itu tren khusus diprediksikan telah menurun dan revisi telah pantas untuk diperhitungkan sebagai trend pembalikan.

 

Trendline

Indikator ini dipakai untuk memperhitungkan kapan breakout atau bounce dapat terjadi sepanjang tren sedang mengetes tingkat resistance atau dukungan.
Saat keadaan tren bergerak naik, karena itu kesempatan membeli lebih memberikan keuntungan saat candlestick memantul dari level support..
Seterusnya, status membeli itu dapat ditutup saat dekati level resistance.

Elliott Wave
Tingkat kesusahan Elliott wave (gelombang Elliott) lebih tinggi.
Trader harus tentukan sendiri letak masing-masing fraktal . Maka, pemakaiannya lebih subyektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *