tempat wisata

Pahami! Berikut Aturan Pembukaan Tempat Wisata Saat PPKM Level 3 dan Libur Nataru

Selain memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia, pemerintah akan menambahkan peraturan pengetatan sepanjang masa libur Natal dan Tahun Baru atau libur Nataru.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan beberapa tambahan pengetatan khususnya yang terkait dengan potensi kerumunan, dimulai dari acara pesta tahun baru, pelaksanaan peribadatan, sampai peluang tutup tempat wisata yang susah dikontrol oleh pemda di tempat.

“Semuanya nanti akan kita tertibkan. Kalau perlu, nanti kalau ada tempat wisata yang pemerintah daerahnya tidak bisa mengendalikan, ya, ditutup,” ujar Muhadjir dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Ahad, 21 November 2021.

Peraturan status PPKM Level 3 ini mulai berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021. Nantinya semua daerah di Indonesia, baik yang sudah status PPKM Level 1 dan 2 akan disamaratakan menerapkan peraturan PPKM Level 3. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kenaikan kasus Covid-19 karena dampak dari masyarakat yang masif sepanjang momen libur panjang tersebut.

Baca Juga  Kabar baik, pemberian stimulus listrik diperpanjang hingga Desember 2021

“Kondisi kita sudah sangat baik saat ini, mungkin terbaik di dunia. Tapi berkaca dari negara-negara Eropa termasuk negara-negara tetangga kita yang sudah mengalami gelombang ketiga Covid-19, ini juga yang perlu kita antisipasi,” ujar Muhadjir.

Peraturan PPKM Level 3 secara nasional yang berupaya menahan kasus Covid-19 bertambah sepanjang libur Natal dan tahun baru nanti akan diatur selanjutnya dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru.

Tempat Wisata Saat Nataru: Kapasitas 50%, Diterapkan Ganjil-Genap

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada saat Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022 Inmendagri itu mengatur beberapa aturan, satu salah satunya ialah pengaturan di tempat rekreasi.

Inmendagri ini ditandatangani oleh Mendagri Tito pada 22 November 2021 dan akan mulai berlaku pada 24 Desember 2021 s/d tanggal 2 Januari 2022. berikut salinan Inmendagri Nomor 26 Tahun 2021 dari Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, pada Rabu (24/11/2021).

Baca Juga  Siap-siap Juli Minggu ke-2 Bansos PPKM Cair

Ada 10 point pengaturan di tempat wisata sepanjang masa Natal dan tahun baru. Beberapa aturan itu diterapkan untuk tingkatkan kesiagaan sama sesuai pengaturan PPKM Level 3. Berikut ketentuannya:

A. Meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM level 3 (tiga) khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain;
B. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik;
C. Menerapkan pengaturan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas;
D. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);
E. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;
F. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak;
G. Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total;
H. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan ditempat terbuka/tertutup;
I. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif; dan
J. Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi, baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19.

Baca Juga  Amerika Serikat Beri Bantuan Vaksin Moderna Guna Bantu Masyarakat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *